BAWANG SAKTI JAYA – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Pemerintah Kampung Bawang Sakti Jaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis bersama Badan Permusyawaratan Kampung (BPK). Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, di Balai Kampung Bawang Sakti Jaya ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola pemerintahan kampung.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Kampung dan dihadiri oleh jajaran Perangkat Kampung serta seluruh anggota BPK, termasuk para anggota yang baru saja bergabung dalam struktur lembaga legislatif kampung tersebut.
Pembekalan Tugas dan Fungsi Anggota BPK Baru
Salah satu agenda utama dalam rakor ini adalah sosialisasi mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) bagi anggota BPK yang baru. Hal ini bertujuan agar anggota BPK memahami perannya sebagai mitra pemerintah kampung dalam menampung aspirasi masyarakat, membahas peraturan kampung, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala kampung.
"Sinergi antara Perangkat Kampung dan BPK adalah kunci keberhasilan pembangunan. Anggota BPK yang baru diharapkan dapat segera beradaptasi dan menjalankan fungsi pengawasan serta legislasi secara profesional," ujar Kepala Kampung dalam sambutannya.
Kesepakatan Insentif dan Kesejahteraan Lembaga
Selain penguatan fungsi lembaga, rapat juga membahas poin krusial mengenai kesejahteraan para kader dan pengurus lembaga melalui kesepakatan nilai insentif. Pembahasan ini dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan beban kerja dan kemampuan keuangan kampung. Kesepakatan ini diambil untuk memastikan motivasi kerja seluruh pengurus lembaga tetap terjaga demi pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Optimalisasi Dana Desa 2026
Terkait penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026, forum ini menjadi ruang diskusi untuk memetakan prioritas pembangunan. Pihak pemerintah kampung dan BPK sepakat bahwa setiap rupiah dari Dana Desa harus dialokasikan secara efektif, baik untuk pembangunan infrastruktur fisik, pemberdayaan ekonomi, maupun program perlindungan sosial.
"Kita harus memastikan bahwa pengelolaan Dana Desa tahun ini tetap mengacu pada prinsip transparan, akuntabel, dan partisipatif," tegas Ketua BPK Bawang Sakti Jaya dalam forum tersebut.
Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik
Rapat koordinasi yang berlangsung dinamis ini ditutup dengan penandatanganan kesepahaman bersama antara Pemerintah Kampung dan BPK. Dengan adanya kejelasan peran dan dukungan anggaran yang disepakati, diharapkan roda pemerintahan di Kampung Bawang Sakti Jaya dapat berjalan lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan warga di tahun 2026 ini.