BAWANG SAKTI JAYA – Pemerintah Kampung Bawang Sakti Jaya secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Kampung (Muskam) dalam rangka pembahasan dan penetapan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (RAPBKAM) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh keterbukaan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Balai Kampung Bawang Sakti Jaya.
Ada yang berbeda pada penetapan anggaran tahun ini. Berdasarkan informasi resmi, alokasi Dana Desa (DD) untuk Kampung Bawang Sakti Jaya mengalami pengurangan dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya. Merespons hal tersebut, Pemerintah Kampung bersama Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) mengambil langkah proaktif dengan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama.
Transparansi di Tengah Efisiensi
Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Ketua RT, jajaran LPMK, Karang Taruna, Linmas, hingga pengelola lembaga penting seperti Kepala Sekolah TK/PAUD, Kader Posyandu, pengurus BUMKAM, dan Ketua Koperasi.
Tujuan utama kehadiran para tokoh dan lembaga ini adalah untuk mendapatkan penjelasan secara langsung dan mendalam mengenai kondisi keuangan kampung. Langkah ini diambil agar seluruh lapisan masyarakat memahami bahwa adanya pengurangan anggaran menuntut skala prioritas yang lebih ketat dalam pembangunan.
"Tahun ini kita dihadapkan pada tantangan pengurangan anggaran. Oleh karena itu, transparansi menjadi kunci. Kami ingin memastikan semua lembaga kampung tahu kondisi riil keuangan kita agar penggunaan dana desa yang ada bisa benar-benar tepat sasaran dan disepakati bersama," ujar Kepala Kampung Bawang Sakti Jaya.
Pembahasan Skala Prioritas
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, Pemerintah Kampung memaparkan rincian penggunaan dana desa yang masih tersedia. Fokus utama tetap diberikan pada sektor-sektor krusial, meski beberapa rencana harus mengalami penyesuaian.
Beberapa poin yang dibahas meliputi:
- Insentif dan Operasional: Penjelasan mengenai alokasi bagi kader posyandu, guru TK/PAUD, dan pengurus lembaga.
- Pemberdayaan Masyarakat: Penguatan peran BUMKAM dan Koperasi dalam mendongkrak ekonomi mandiri.
- Keamanan dan Lingkungan: Optimalisasi peran Linmas dan RT dalam menjaga kondusivitas kampung dengan sumber daya yang ada.
Kesepakatan Bersama
Meskipun terdapat penurunan jumlah anggaran, musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan bersama. Para tokoh masyarakat dan ketua lembaga menyatakan pemahamannya terhadap situasi yang terjadi dan berkomitmen untuk memaksimalkan program kerja dengan semangat gotong royong.
Ketua BPK Bawang Sakti Jaya mengapresiasi langkah pemerintah kampung yang membuka data secara transparan. Menurutnya, kejujuran mengenai anggaran sejak awal tahun dapat mencegah timbulnya kesalahpahaman di tengah masyarakat di kemudian hari.
Dengan ditetapkannya RAPBKAM 2026 ini, Kampung Bawang Sakti Jaya siap melangkah menjalankan program kerja tahunan dengan prinsip efisiensi dan akuntabilitas demi kesejahteraan seluruh warga.